KECURANGAN


CHEATHING
         Kecurangan yang kulakukan bersamamu

s
emua berawal dari keegoisan dan rasa akan hausnya perhatian. Aku mulai membuat kesalahan dalam hidupku, aku bermain-main dengan perasaan yang aku sendiri tidak dapat mengendalikannya. Aku terlalu berani untuk mengambil resiko akan hal ini. Semua seperti permainan yang tidak akan berbekas bagiku. Namun semunya salah! Aku kalah dalam permainan ini, aku terluka.
Aku mempunyai kekasih yang jauh disana, kami sepakat untuk menjalani yang namanya long distance relationship. Aku sangat mencintainya, bagiku dia adalah seseorang yang dititipkan Tuhan padaku. Aku berusaha untuk jadi yang terbaik untuknya, berusaha untuk selalu ada saat dia membutuhkan ku. Aku selalu siap untuk mendengar semua keluh-kesahnya tentang kekejaman dunia ini.
Dan pada akhirya aku menodai kepercayaan yang diberikan padanya, menodai titipan Tuhan padaku. Aku mengkhianatinya. Aku tak tahan untuk sendiri. Aku butuh seseorang yang selalu ada untukku, aku butuh seseorang yang selalu bisa menemaniku.
Aku bertemu dengan seorang pria yang baik menurutku, dia tahu bagaimana cara untuk memperlakukan wanita dengan ketulusan. Tak sadar aku mulai mendekatinya. Merangkai kata-kata jitu untuk mengambil hatinya. Dan itu pun berhasil. Sesaat aku pun menjadi besar kepala.
“aku sudah mempunyai pria lain dihatiku, namun aku tak tahu mengapa kamu juga ada dihatiku” kataku polos berusaha untuk terlihat baik dimata Nando. Gelagatnya, aku mengetahui bahwa pria ini sedang berada di atas awan.
“kenapa kamu berkata seperti itu?” tanyanya sambil tersenyum-senyum.
“masa kamu gak ngerti maksud aku?” aku mulai manyun, berharap wajahku terlihat menggemaskan dihadapannya.
“hehehe .. iya aku ngerti. Aku senang kita punya perasaan yang sama, tapi aku terhalang oleh pacarmu” katanya murung.
Entah kenapa seperti kerasukkan, aku dapat berbicara seperti itu. aku tak bisa mencegah mulutku untuk mengatakan hal-hal yang diluar akal sehatku. Sesaat terfikir aku akan menduakan Kelvin dengan Nando.
“tapi aku sayang kamu juga, apa itu salah?” tanyaku memelas.
“salah! Salah banget! Tapi jauh lebih salah aku, karna aku mencintai dan menginginkan seseorang yang sudah jadi milik orang lain”
DEGGG ...
Ini kode! Aku paham banget. Oke akan ku manfaatkan si Nando untuk teman dalam kesepianku selama tak ada Kelvin. Pikirku licik.
“jadi menurut kamu sebaiknya kita bagaimana?” tanyaku.
Aku masih memasang muka polosku yang selama ini mampu untuk membohongi semua orang yang aku coba untuk dekati.
Nando terliat sedikit bingung. Dia menggaruk kepalanya yang aku yakini bukan karena ada ketombe. Dia sedikit terlihat sedang berfikir.
“oke, kita jalani hubungan ini. Aku sayang kamu!” katanya lalu memeluk tubuhku.
Aku sedikit sesak menerima pelukannya, erat sekali dekapannya. “aku tak akan membedakanmu dengan Kelvin” ujar ku disela-sela dekapannya.
Singkat cerita malam ini aku dan nando telah resmi jadian. Tak ada sedikitpun rasa takut dalam hatiku saat ini. Aku tertawa dengan riangnya ditemani pria baruku. Oh dosakah aku?
Aku sengaja tidak membawa ponselku saat bersama Nando, karna itu permintaannya. Katanya dia tidak mau diganggu dengan saingannya saat bersamaku. Sesampainya dirumah ada 4 panggilan tak terjawab dan 8 sms dari Kelvin. Oh tidak, aku telah melupakannya. Maafkan aku sayang.
Aku merebahkan tubuh mungilku diatas ranjang kemerdekaanku. Ku pandangi langit-langit kamarku dengan hiasan bulan dan bintang-bintang yang sengaja kupasang agar tak merasa kesepian. Apa-apaan ini? Mengapa diatas sana kulihat wajah Kelvin. Oh Tuhan ... aku sungguh-sungguh merasa bersalah.
Sesaat kurasakan air mata yang jatuh membasahi pipiku. Tak sadar diriku pun mulai terlelap.
Keesokan dan selanjutnya hubunganku dengan Nando semakin dekat. Bahkan hubunganku dengan Kelvin jadi terasa hambar. 
Aku mulai terjebak dalam cinta terlarang ini. Tak tau bagaimana perasaanku sekarang dengan Kelvin maupun Nando. Aku mencintai keduanya.
Berminggu-minggu aku menjalani hubungan dengan Nando, dan aku mulai menemukan perdebatan-perdebatan dengannya.
“kamu kenapa sekarang berubah begini?” aku mulai meragukan cintanya. “jarang ngasih kabar, pergi gak pernah bilang sama aku! Aku itu khawatir! Aku takut kamu kenapa-kenapa!” lanjutku. Emosiku naik-turun saat ini. Entah apa yang harus kuperbuat sekarang.
“berubah apaanya sih? Kamu jangan jadi kaya nyokap aku deh!” jawabnya tak kalah keras.
Aku kaget dengan responsnya. Baru kali ini Nando berbicara kasar seperti itu kepadaku. Tak tahan dengan situasi ini yang semakin memanas, aku pun lari dan meninggalkannya sendirian.
Kembali lagi pada tempat kemerdekaanku, kupandangi lagi langit-langit kamarku dan lagi-lagi tergambar jelas raut wajah Kelvin disana. Aku telah melupakannya. Maafkan aku sayang.
Tak tahu mengapa aku terfikirkan untuk menguji cintanya Nando. Ku suruh teman sepeguruanku untuk memata-matainya. Tak lama Nando pun terlihat genit dengan teman ku.
“lin, masa si Nando genit banget tau sama gue!” ucap lidya teman ku.
“ah masa si? Genit gimana?” tanyaku penasaran.
“nih lu liat aja sendiri sms nya!” lidya pun melempar ponselnya kearahku. Dengan sigap aku langsung menangkapnya. Ku yakin jika tangkapanku meleset pasti dia akan marah-marah.
“ahh gila ni cowok! Pantesan aja sikapnya berubah banget sama gue!” jeritku kesal. Rasanya aneh! Mau marah akan sikapnya tapi aku juga salah. Apa ini karmaku karna telah menduakan Kelvin? Benakku sesaat.
“terus mau lu gimana? Mau dilanjutin?” tanya lidya hati-hati. Dia tau persis jika aku sedang kesal, salah ngomong sedikit akan aku permasalahin.
“gue mau putus! Gaterima kalo dia genit begini!” kataku putus asa.
“kayanya emang lebih baik lu udahin aja sama dia. Ingat ada Kelvin disana yang selalu setia sama lu! Jangan jadi orang egois!”
Seraya aku berfikir dewasa. Ku ambil ponsel, lalu ku ketik : Nan, kayanya kita udahan aja deh. Gue gak bisa sama cowo genit kaya lu!
Satu menit, lima menit, sampai tiga puluh menit aku menunggu balasnya namun tak ada respons apa-apa darinya. ternyata dia sedang asik smsan dengan lidya. Sshitt! Apa-apaan ini? Terasa sakit sekali rasanya. Biarpun awalnya aku Cuma memanfaatkannya untuk teman kesepianku, namun rasa ini telah tumbuh untuknya. Dan sekarang aku yang dipermainkan oleh permainanku sendiri ...
Hari ini telah berlalu, tanpa adanya sms dari Nando di inbox ku. Benar-benar kecewa. Tak ku sangka dia setega itu.
Rencana ku dan lidya tetap berlanjut untuk memata-matainya. Dan aku pun hanya bisa mengelus dada dan banyak-banyak bersabar akan kelakuan Nando.
Dua hari setelah ketidak pastian itu, tiba-tiba ponselku berbunyi. Dengan malas ku ambil ponsel dan DEGGG ... itu sms dari nando. Bingung mau balas apa dan akhirnya kami membahas tentang hubungan ini.
jalan yuk lin, kangen ni.
ogah! Males gue jalan sama modus kaya lo!
          Dalam hati aku kangen juga dengannya, namun dia telah menyakiti hatiku.
dihh kok modus si?
sama temen gue aja bisa genit, apa lagi sama yang gak gue kenal?
itu bercanda sayang! Dianya aja yang genit sama aku! Aku janji kalo kita pacaran lagi aku akan serius.
berarti kemaren-kemaren lu gak serius dong sama gue? Good bgt deh buat lu!
itu mah aku beneran serius. Aku Cuma mau tau kamu cemburu atau enggak sama aku. Janji deh kalo kita balikan lagi aku bakalan serius sama kamu.
          Oke disini hatiku mulai luluh kembali. Apa mugkin itu Cuma rencananya untuk membuatku jealous? Aku masih  berlaga sok galak.
serius maenin gue gitu?
serius sayanglah sama kamu shelinnnn!
          dan sekarang hatiku benar-benar luluh karnanya.
mau lu gimana sekaarang?
kita pacaran lagi J
kalo lu masih genit, gue gak bisa!
aku janji sayanggg J
             Dan telah resmi aku dan Nando kembali berpacaran. Aku senang! Tak bisa kupungkiri kini hatiku telah termiliki olehnya. Namun bagaimana Kelvin? Tenang, dia tetap jadi nomor satu  dihatiku.
            Malam ini aku janjian sama Nando untuk jalan. Sebelumnya aku pergi, aku keruman Lidya untuk menceritakan semua kejadian ini.
            “lu yakin balikan beneran sama Nando? Wahh parah lu! Gue mah takut si Kelvin tau doang” katanya marah.
            “yahhh makanya Kelvin jangan sampe tau dong” jawabku cengengesan.
            “si Nando gue test lagi ahhh”
            “silahkan, kalau sampe dia genit lagi, wahh bakalan bener-bener putus gue sama dia. Gak mau lagi ada yang namanya balikan” ucapku bersumpah.
            Perlakuan dia masih manis sekali kepadaku, ku rasa sekarang dia benar-benar serius kepadaku.
            “sayang, kamu sakit ya ?” tanyanya sambil memegang keningku.
            “hah sakit ? enggak kok, aku sehat-sehat aja yank”
            “tapi ini badan kamu panas yank, yaudah sekarang kita pulang ya”
            Aku cuma mengangguk menurutinya. Jujur aku masih ingin bersamanya, rasa rindu ini belum terobati .
            Nando merapikn poni ku, dan mengecup lembut keningku. Oh aku benar-benar dibuat luluh olehnya.
            Aku pulang dan segera meluncur ke rumah Lidya. “Lid, gimana si Nando ?” tanyaku penasaran.
            “Kayanya dia sekarang beneran serius deh sama lu, sms gue aja gak dibales sama dia” jawabnya
            Senyum ku melebar, terasa di angan-angan. Benarkah Nando sudah berubah ? Tuhan jangan biarkan dia mejadi genit lagi. Lidya melihat kegembiraan ku, aku segera memasang muka cuek.
            Tak lama terdengar suara ponsel Lidya berbunyi. “Shelin ! Nando bales sms gue !” teriaknya kaget. Apa-apaan ini ? baru juga aku bangga-banggain tapi ternyata sekarang udah mulai lagi buayanya !
            “Sms apa dia ?” tanyaku kesal.
            Tak lama mereka smsan dan aku telah membaca semuanya. Gue bingung lid, si Shelin ngajakin balikan mulu. Tapi gue si blm nerimanya. DEGG ... ya tuhan sakit sekali hati ini melihatnya . wajahku memucat, air mata sudah berlinang. Aku segera pamit dari rumah Lidya.
            “lu gapapa kan Lin ? tuh kan gue bilang apa, si Nando itu buaya ! udah-udah jangan berhubungan lagi sama dia! Gue gak setuju!” oceh Lidya memahami betapa hancurnya hatiku.
            “iya Lid, gue baik-baik aja kok J . gue kan strong women !” jawabku miris. Aku berpura-pura tegar dihadapan semuanya, namun sesungguhnya hati ini benar-benar sakit dibuatnya.
            Aku menutup rapat-rapat dan mengunci diri dikamar. Aku menangis tak tau sampai kapan air mata ini akan berhenti. Oh apakah ini balasan dari-Mu ? aku sungguh terluka. Aku kalah dalam permainan ku. Kan kuputuskan untuk melupakanmu segera . menutup lembaran cerita dengan mu Nando ! menutup semua cerita yang penuh penderitaan ini . aku bisa ! aku pasti bisa !
-SEKIAN-
AFI DIANAWATI

Komentar

Postingan Populer