aku cinta kamu, tapi kamu cinta dia
I
YOU, BUT YOU
Her
N
|
amaku Farah Tianati, aku biasa
dipanggil Ara. Aku sekarang duduk di kelas 2 SMK. Aku mempunyai banyak
penggemar, setiap aku lewat pasti ada saja yang memanggil namaku. Aku berwajah
cantik, kulitku putih mulus, tinggi, dan itu karena papaku berasal dari Brasil.
Aku akui, aku sangat pemilih dalam mencari kekasih dan mungkin aku sedikit
angkuh.
Aku
mencari pria yang sepadan dengan ku. Aku ingin pria bertubuh tinggi, tampan dan
yang terpenting dia itu kaya raya. Oke kalian boleh menyebutku matre, tapi
inilah aku. Aku tidak mempunyai banyak
teman wanita karna mereka banyak yang membenci ku, tapi aku mempunyai 1
sahabat wanita yang sangat-sangat baik sekali. Ia bernama Elisabet. Aku
memanggilnya lisa. Dia anak yang cantik, namun tetap saja cantikkan aku.
Suatu
saat aku tak sengaja berbenturan dengan seorang pria saat hendak kekantin
bersama Lisa.
“aduhh
... lu jalan liat-liat dong!” seruku galak. Aku langsung berdiri. Ingin sekali
aku marahi orang itu habis-habisan. Aku segera berbalik badan dan berhadapan
dengannya. Oh tidak .. tampan sekali orang itu! Siapa dia? Kenapa baru kali ini
aku melihatnya? Batinku.
“maaf
... aku gak sengaja” katanya lembut. Dia langsung melanjutkan perjalanaannya.
Entah
mengapa aku tidak bisa mengejar dan memarahinya. Aku hanya bisa memandangi
bahunya yang terus menjauh.
“ayo
ra!” ajak Lisa. Ia menarik tanganku masuk ke area kantin. Aku hanya bisa
mengikutinya. Di kantin aku tidak bisa menikmati makananku. Ku putar otakku
untuk mengingat pria itu. Ada apa ini? Apa aku jatuh cinta? Secepat itukah?
“lis,
lu kenal cowok yang nabrak gue tadi gak?” tanyaku. Lisa mulai mengernyitkan
alisnya.
“kenal
sedikit” katanya datar, lalu memasukkan somay ke dalam mulutnya.
“maksudnya
sedikit bagaimana?” tanyaku kurang mengerti.
Sesaat
tak ada jawaban darinya, dia menelan dan minum. Lalu mulailah dia menjelaskan
maksudnya. “gini lho! Gue kenal dia, tapi gak terlalu kenal. Dia seangkatan
sama kita. Tapi dia anak pindahan. Baru satu bulan kayanya.”
Aku
mengangguk-angguk tanda mengerti. Pantas saja aku tak mengenalinya. “kayanya
gue suka deh Lis sama dia.” Ujarku pelan.
Tak
disangka wajah Lisa berubah jadi murung “suka? Hmm .. yauda coba lu deketin aja
dulu.” Ucapnya pelan. Dia beranjak dari tempat duduknya dan membayar makanan
kami. “gue duluan ya, ada perlu sedikit di perpus” lanjutnya sambil
meninggalkanku.
Apa-apaan
ini? Kenapa sikap Lisa aneh kepadaku! Ah sudahlah mending aku memikirkan pria
itu! Eh iya, siapa namanya ya? Ahh sial kenapa aku lupa menanyakannya kepada
Lisa! Gerutuku.
Keesokan
harinya aku diam-diam memata-matai pria itu. Sedikit terdengar aneh bagiku. Aku
yang slama ini di puja-puja oleh pria, sekarang aku yang memuja-muja pria. Ini
sudah gila!
Pria
itu ternyata bernama Faris. Ia anak dari seorang pegawai swasta. Mungkin
uangnya tidak banyak, tapi cukuplah untuk menjajanin ku tiap minggu. Pikirku .
Aku
menebar senyum dimana-mana hari ini. Sungguh bahagia bila sedang jatuh cinta
...
Sudah
puas aku memata-matainya, kembalilah aku kekelasku. Kucari lisa, tapi tak
kudapatinya. “liat Lisa gak?” tanyaku
pada murid culun yang kacamatanya super tebal.
“tadi
si gue liat dia arah pengen ketaman dekat lapangan basket”
“oke,
thank’s culun” ucapku sambil pergi.
Aku
melangkahkan kakiku selangkah demi selangkah. Cukup lumayan jauh jarak kelasku
menuju taman itu. Lagian ngapain si Lisa ke taman? Mau ngecengin anak basket
kah? Eh tapikan jam segini lagi gak ada jadwal anak basket! Pikirku seorang
diri.
Tiba-tiba
kakiku berhenti melangkah. Terpaku aku akan sosok didepan mata. Lisa yang
sedang duduk di bangku taman, dan disebelahnya ada FARIS! Ya Faris! Aku tidak
salah liat! Itu benar-benar Faris yang ku cintai. Ahh serasa lemas sekali kakiku.
Ingin pergipun serasa tak mampu.
Sedang
apa mereka berdua? Mengapa terlihat serius sekali? Apa yang sedang mereka
bicarakan? Kapan mereka mulai akrab seperti itu? Mengapa Lisa tak pernah cerita
tentang Faris? Oh Tuhan .. ada apa ini sebenarnya? Berjuta pertanyaan timbul
dalam benakku. Aku merasa kecewa ...
Aku
menunduk, tak mampu aku melihat mereka berdua. Tak lama terdengar panggilan
dari seseorang. “Ara?” aku mengenali suara itu. Yah, itu suara Lisa. Aku
pura-pura tak mendengarnya, aku segera pergi dari tempat itu.
Dengan
cepat aku berjalan menuju kelas, mengambil tas ku, dan segera izin pulang
dengan alasan sakit. Aku memang sakit! Tapi bukan tubuhku, melainkan hatiku!
Sesampainya
dirumah, kulempar ransel dan ku
bantingkan tubuh ku keatas tempat tidur.
Alunan lagu dari ponsel ku berdering, terpampang jelas nama dan foto
sahabatku . kusentuh layar yang berwarna merah lalu ku matikan ponselku.
Sore
ini aku berjalan-jalan ringan di taman sebelah sekolahku. Aku merasa jenuh
berada dirumah. Aku butuh udara segar untuk menjernihkan pikiranku.
Tanpa
kuduga lagi, kuliat sosok sahabatku dengan pria yang saat ini kusayangi sedang
bertengkar. Aku mengumpat dibalik pohon yang besar ini dan mencoba mendengarkan
isi pembicaraan mereka.
“faris,
kamu ngapain si kesini lagi ? apa belum puas kamu nyakitin aku ?” ucap
sahabatku . eh tunggu, apa kata dia barusan ? menyakiti ? faris berbuat apa
sampai-sampai lisa tersakiti ? ah awas saja kalau dia berani macam-macam dengan
sahabatku! Umpatku dalam hati.
“aku
minta maaf lis, sungguh aku tidak berniat sedikit pun untuk menyakitimu” jawab
faris, ia memegang tangan lisa.
“iyah
kamu tidak ada niat, tapi faktanya kamu menyakiti aku! Dan sekarang kamu muncul
lagi, itu lebih menyakitkan!” bentak lisa .
“kenapa
kamu bicara seperti itu ? apa di hati kamu benar-benar sudah tidak ada aku lagi
? atau kamu sudah punya kekasih yang baru ?” tanya faris setengah menuduh. Lisa
hanya diam menunduk. “jawab elis ! jawab ! jangan kamu diam seperti ini.”
Lanjutnya. Yapp elis itu ternyata panggilan faris untuk lisa .
siapa
sebenarnya faris itu ? kenapa lisa tidak pernah menceritakannya ? ahh semuanya
malah bikin aku tambah bingung .
“lis,
apa kedatanganku ke jakarta salah ? apa aku salah ingin kembali kepadamu ?
kalau iya, aku akan pergi . aku minta maaf kalau aku hanya bisa menyakitimu
saja.” Faris pergi meninggalkan lisa ditaman .
Ku
lihat lisa menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, sesekali ia menyeka air
mata . lisa menangis ? ada apa si ini sebenarnya ?
Aku
kembali kerumah, aku tidak menghampiiri lisa disana, kejadian ini sungguh
membuatku sakit kepala . ku ambil sehelai roti dan ku tuang segelas susu .
setelah itu kuputuskan untuk meminum obat tidur untuk melupakan kejadian ini .
Keesokan
harinya aku diam seribu kata dengan lisa, ia tetap mencoba mencuri-curi
perhatian ku . ingin sekali ku peluk sahabatku ini, namun aku masih merasa
kecewa padanya .
Tettt
... tettt ....
Bel
tanda istirahat berbunyi, aku melihat lisa yang sedari tadi meninggalkan kelas.
Kemana dia ? buru-buru sekali ! apa jangan-jangan dia menemui faris lagi ? uhh
dasar genit !
Aku
kembali mencarinya di taman dekat lapangan basket, dan benar sekali pemikiran
ku tadi . tapi sekarang ini aku menempatkan diri lebih dekat dan lebih aman,
agar mereka tidak menyadari kehadiranku.
“Tolong
jauhi aku !” ucap lisa pelan
“kenapa
? apa benar kamu sudah punya kekasih baru ?” tanya faris murung .
“bukan
. sudah kamu tidak perlu tau alasanku!”
“apa
karena aku telah benar-benar membuatmu kecewa ?”
“aku
tidak punya kekasih baru ! sejujurnya aku masih sayang kamu”
“terus
kenapa kamu nyuruh aku menjauhi kamu?”
“aku
juga sayang ara ! dia sahabatku ! dan dia mencintai kamu !” lisa memegang
tangan faris dan melanjuti kata-katanya “lebih baik kamu bersamanya, aku mohon”
Ah
bodoh ! kenapa lisa berbuat seperti itu? Aku memang mencintai faris, tapi aku
juga tidak mau merasa bersalah seperti ini .
Lisa
pergi dengan air matanya, faris hanya bisa memandangi punggung mungil yang kian
menjauh darinya .
Aku
kembali ke kelas dan melihat lisa yang sedang membaca buku, aku putuskan untuk seolah-olah
tidak mengetahui apa-apa .
Keesokan
harinya kupandangi faris yang kian hari selalu mencoba mendekati lisa, dan
berbeda dengan lisa yang kian hari menjaga jarak dengan faris . aku tak tahan
melihatnya seperti ini . kenapa si lisa gak coba buat cerita sekarang ke aku ?
huhh sudahlah lebih baik aku meminta penjelasan saja ke faris .
“hey
faris, boleh ngomong sebentar ?” ucapku pelan.
“eh
iyaa .. hmm kamu ara kan ?” tanya balik faris. Aku tersenyum sambil mengangguk
. “ada apa ra ? kok tumbenan banget ?”
“aku
mau nanya hal yg penting ni, sebenernya kamu sama lisa itu gimana si ? kok
belakangan ini aku lihat kalian sering bertengkar . aku mau kamu ceritain
semuanya ke aku . aku mohon ... “ pintaku memelas .
“oke
aku ceritain, jadi gini awalnya aku teman kecil dia, aku sama dia sudah
berpacaran selama kurang lebih 5 tahun . orang tua kami juga sudah saling
menyetujui . tapi tiba-tiba saat lulus2an smp aku harus ikut papa tugas ke
kalimantan, itu semua mendadak banget. Papa aja gak sempet kabarin siapa pun,
dan lagi tempat tugas papa benar2 pedesaan yang sulit sekali mendapatkan sinyal
. awalnya aku menolak ikut papa tugas, namun orang tuaku bersih keras karena
aku anak satu2nya mereka . dan aku pun hanya bisa pasrah” jelas faris, tak lama
ia tergegun menunduk .
“lalu
bagaimana hubunganmu dengan lisa?” tanyaku hati-hati.
“hilang
begitu aja, ini memang salahku” telihat faris menjatuhkan air matanya. “aku
baru menghubunginya setelah 2 minggu disana, aku kesulitan mencari sinyal
disana, dan aku berfikir elis pasti tersiksa jika hubungan ini masih berlanjut
. dan aku putuskan untuk menghilang darinya . tapi apa faktanya ? aku tidak
bisa melupakannya, aku tidak bisa tanpanya . makanya aku putuskan untuk kembali
ke jakarta dan mencarinya.”
“aku
akan membantumu faris, sungguh” kataku memberi semangat
“percuma,
dia sudah tidak mau lagi denganku. Malah ia menyuruhku dekat dengan mu ara !
yasudah aku akan lakuin itu demi dia !
Sesaat
jantungku seperti ada yang memukul” apa ? kamu ini bodoh atau apa si ? hey
kalau begitu ceritanya, aku juga tidak mau dekat dengan mu . itu hanya akan
menyakiti hati kalian!”omelku .
“terus
aku harus gimana ?” tanyanya lesu .
“kamu
diam aja disini ! jangan kemana2 ! sebentar lagi aku kembali” aku langsung
pergi dan membawa lisa kehadapannya .
“ada
apa ini ra ?” tanya lisa bingung . farispun terlihat kaget .
“sekarang
gue mau meluruskan ini semua. Pertama-tama gue mau minta maaf karna gue kalian
jadi jauh begini . yang ke dua gue mau kalian berdua bersatu lagi.”
“tapi
ra ..” potong lisa .
“jangan
bohongi perasaan lu sendiri lis ! gue tau lu masih sayang sama dia, dan gue
bakalan lebih marah kalau lu memaksa dia untuk dekat sama gue !” lisa menunduk,
faris tersenyum kecil .”lagi pula gue udah tau kok semua ceritannya “
“ara
...” lisa meneteskan air matanya .
Aku
merangkulnya dan berkata “gue mau lu balik lagi ke dia ! lu mau kan ? hargai
niat baiknya faris !”
lisa
hanya mengangguk .
Well
aku anggap masalah ini selesai, sudah cukup aku dibuat pusing oleh mereka .
sekarang aku serahkan penjelasan berikutnya oleh faris . aku ingin pergi
sebentar saja, berlibur .. entah belanja .. entah refleksi ? rasanya otak ini
terlalu jenuh untuk dibiarkan terus begini . dan sekarang tinggal aku menunggu
pangeranku datang menjemput, seperti faris menjemput lisa .
-SEKIAN-
AFI DIANAWATI
bagussssss
BalasHapushahaha tq bi
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApa ya?
HapusAnda Bosan Menjadi Pemain Dan Ingin Menjadi Bandar??? Temukan Solusinya Hanya Di PesonaQQ.com
BalasHapusPenawaran Special Dari PesonaQQ Untuk Anda Yang Bergabung Hari Ini Juga :
=>> Bonus Turnover 0.3% - 0.5% (Perhari)
=>> Bonus Referensi 20% (Seumur Hidup)
Keuntungan Anda Yang Bergabung Bersama Kami Di PesonaQQ :
*Data Anda Aman Bersama Kami
*Pelayanan Customer Service Yang Ramah 24/7
*Tersedia 8 Permainan Dalam 1 Web Yang Sesuai Dengan Skill Anda (Poker, Domino QQ, Capsa Susun, Adu Q, Bandar Q & Bandar Poker)
*Bonus TURNOVER Yang Melimpah & Bonus REFERENSI Yang Berlaku Seumur Hidup
*Hanya Dengan 1 Akun Anda Sudah Bisa Bermain Semua Game Di PesonaQQ.com
Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi???
Ayok Tunjukkan Skill Anda Sekarang Juga, Hanya Di PesonaQQ.